6/17/2011

"Kucing Emas" Hewan Langka Yang Nyaris Punah


http://2.bp.blogspot.com/_rlTOI_eC7dY/SQW_wdYl_oI/AAAAAAAADuo/SFg152Y3kds/s400/african_golden_cat.jpg

Sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis kucing satu ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. Tidak seperti jenis kucing hutan lainnya, pola hidup satwa inipun, belum diketahui secara jelas. Maka wajar, jika Kucing Emas dikatakan jenis kucing yang paling misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini.

Bulunya berwarna mulai dari pirang coklat muda, sampai berwarna hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya, terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah.


http://2.bp.blogspot.com/-S-rvcTGY5RE/TcJG8qbe1SI/AAAAAAAAABg/-lvecHX3OAM/s1600/kucing+emas.jpg


pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, untuk pertama kalinya seekor Kucing Emas berhasil terpotret kamera yang berwarna hitam pekat. Satwa ini dapat ditemukan mulai dari dataran rendah, sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut.

Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga, atau berpasangan. Umumnya, satwa ini bergerak di daratan, meskipun mereka pandai memanjat dan aktif pada siang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya di Indonesia adalah Tandai dan Gunung Kerinci Seblat.


http://kucinghutan.files.wordpress.com/2011/01/kucing-emas1.jpg


Ada sebuah artikel menyatakan :
Kucing Emas biasa di sebut Golden Cat atau Fire Cat. Hewan ini termasuk salah satu hewan yang turut dikampanyekan Cegah Satwa Punah oleh komunitas Adsense Surabaya. Kucing emas (Catopuma Temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat keemas-emasan (sesuai namanya), tetapi ada juga yang berwarna abu-abu atau coklat tua. Malah, ada juga yang berwarna hitam dan jenis ini merupakan yang paling langka.

Kucing Emas hidup dan tersebar dari daerah Tibet, Nepal, China, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, dan Sumatera. Ciri-ciri lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing dewasa jenis tersebut, sekitar 8-12 kg, dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 1,2 meter.


http://www.kostich.com/melanistic%20golden%20cat.JPG


Sebagaimana saudaranya kucing biasa, binatang ini kadang-kadang terlihat belang-belang tanpa menghilangkan warna spesifiknya. Binatang ini agak panjang dibanding dengan kucing biasa dan tidak pernah ditemui dengan warna hitam seluruhnya.

Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek. Garis putih yang dibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya. Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya.


http://cdn.physorg.com/newman/gfx/news/hires/arareasiango.jpg


Lebih besar dari sepupunya di Afrika, Kucing Emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagi yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa.

Wozencraft, dalam penjelasannya yang kontroversial mengenai sistem klasifikasi mengenai binatang ini tahun 1993, menganggap Kucing Emas Temminck adalah jenis Catopuma, bersama dengan kucing teluk Borneo yang dikatakannya merupakan salah satu versi dari kucing Temminck (Wozencraft 1993) juga. Kucing Emas Afrika terpisah dari dua spesies itu dan kini berdiri sendiri dengan jenis (genus) Profelis. Semua kucing-kucing ini diklasifikasikan sebagai Felis.
http://www.wildcatconservation.org/images/Female-African-golden-cat.jpg

Reactions:

0 comments:

Post a Comment