7/06/2014

Mengenal Negara Jepang : Angka & Sistem Perhitungan


Dalam sejarahnya, bangsa Jepang ini menggunakan angka-angka Tionghoa. Pasca Kekaisaran Jepang kemudian dipengaruhi oleh Eropa, mengakibatkan angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran dan hampir menggantikan keseluruhan angka Tionghoa yang sebelumnya digunakan oleh masyarakat Jepang. Angka-angka dari angka Arab ini kebetulan memiliki banyak kemiripan dengan pengangkaan dalam bahasa Indonesia yang biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah dari sebuah barang, waktu dan sebagainya.


Cara menghitung barang
Barang secara umum: untuk mengucapkan 1 buah yakni hitotsu dan seterusnya cukup menambahkan huruf “tsu”.
Barang tipis: hanya perlu angka biasa yang ditambahi dengan satuan “mai” sebagai akhirannya. Misalnya: 1 lembar (ichimai). Bisa digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah kertas, baju, perangko dan benda tipis lainnya.


Cara menghitung orang
Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya biasanya menggunakan angka dengan ditambahi satuan (nin). Misalnya saja: 3 orang disebut sannin, 7 orang shinchinin. Meski demikian, ada pengecualian untuk 1 orang dan dua orang yakni hitori (1 orang) dan futari (2 orang).
Tata bahasa
Patut diketahui bahwa tata klaimat dalam bahasa Jepang memakai aturan subjek-objek. Subjek, objek dan juga relasi gramatika lainya biasa ditandai dengan partikel yang menyisip di kalimat dan disebut dengan posisi akhir (post-position). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya saja seperti Kochira-wa Tanaka-sandesu. Kochira (“ini”) merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah “desu” yang berarti “it is” dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.



Kesopanan
Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.


SOURCE : jepang.panduanwisata.com

Reactions:

0 comments:

Post a Comment