5/07/2011

Tentang malaikat

Malaikat





“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaikan, akan tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, nabi-nabi.”
(QS. Al Baqarah : 177)

“Barangsiapa kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Kemudian, maka orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”
(QS. An Nisaa : 136)


Beriman kepada malaikat Allah SWT merupakan salah satu akidah yang terkandung di dalam rukun iman yang ke-2 di dalam ajaran Islam, yaitu mengetahui dan percaya akan keberadaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah SWT di alam semesta. Keimanan tidak dapat sempurna tanpa diiringi keimanan kepada malaikat.

Malaikat merupakan bagian dari alam gaib, dimana Allah memberikan pujian kepada orang-orang yang mengimaninya, karena hal itu merupakan satu bentuk pembenaran terhadap berita yang datang dari Allah SWT, sekaligus pembenaran terhadap berita yang datang dari RasulNya.

Berbagai nash dari Al Qur`an dan As Sunah telah membentangkan masalah ini dan juga telah menjelaskan berbagai sisinya. Siapa saja yang mau menelaah nash-nash mengenai masalah ini, niscaya keimanannya kepada malaikat menjadi jelas, bukan sekedar pikiran yang mengambang.

Kebenaran-kebenaran yang terkandung di dalam nash-nash inilah yang menjadikan keimanan kepada Allah SWT, Yang menguasai alam ini dan Yang telah menyiapkan para tentaraNya yang terdiri dari para malaikat untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan yang dibebankan olehNya di alam semesta ini semakin mendalam.

“Hendaklah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, Hari Akhir, dan beriman kepada takdir baik dan buruk-Nya.” (HR. Muslim)


Materi Penciptaan

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar r.a. dari ayahnya sendiri, disebutkan bahwa Rasullah SAW bersabda :

Malaikat telah diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah digambarkan pada kalian.” (HR. Muslim)

Rasullah SAW tidak menjelaskan jenis cahaya yang digunakan untuk menciptakan malaikat. Hal itu termasuk persoalan gaib, dan tidak ada hadits lain yang memberikan penjelasan yang lebih banyak lagi dari hadits ini.

Berkenaan dengan riwayat dari Ikramah bahwa ia mengatakan,“Malaikat itu diciptakan dari cahaya kemuliaan, sedangkan Iblis diciptakan dari api kemuliaan“, dan juga riwayat dari Abdullah bin Amr bahwa ia berkata,“Allah menciptakan malaikat dari cahaya (yang keluar dari) dua hasta dan dada“ maka keduanya tidak bisa dijadikan pegangan, bisa jadi mereka mengambil dari israiliat (cerita-cerita yang bersumber dari Bani Israil).
Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat, tetapi jika Allah berkehendak, maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para Nabi dan Rasul, seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim As dan Rasullah Muhammad SAW.


Waktu Penciptaan

Allah SWT tidak memberitahukan tentang kapan waktu penciptaan malaikat. Namun, dapat diketahui bahwa malaikat diciptakan lebih dahulu dari Nabi Adam As. Allah SWT mengumumkan kepada para malaikat bahwa Ia akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi ini. Allah SWT, berfirman :
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.”
(QS. Al Baqarah : 30)



Yang dimaksud dengan khafilah dalam hal ini, ialah Adam As. Dan Allah menyuruh mereka bersujud ketika Adam telah diciptakan. Allah SWT, berfirman :

“Maka apabila Aku telah menyempurnakannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (menghormat).”
(QS. Al Hijr : 29)

Wujud Malaikat

Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk, dan tidak akan mampu melihat wujud dari para malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, kecuali jika Allah berkehendak, maka malaikat dapat dilihat oleh manusia.
Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim As, dan Rasullah Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat Jibril sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj. Dalam Sunan Tarmidzi disebutkan hadits dengan isnad sahih bahwa Rasullah SAW, berkata :

“Aku melihatnya turun dari langit dan besarnya penciptaan Jibril menutupi ruang antara langit dan bumi.”


Imam Muslim dalam Sahihnya, demikian juga Tirmidzi dalam Sunannya, meriwayatkan hadits dari Jabir r.a, bahwa Rasullah SAW, bersabda :


“Diperlihatkanlah kepadaku pada Nabi, Ternyata Nabi Musa itu seperti orang pada umumnya, namun cukup garang. Aku juga melihat Isa putra Maryam, orang yang pernah aku lihat paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas'ud. Aku juga melihat Ibrahim, dan orang yang paling mirip dengannya adalah aku sendiri. Aku melihat Jibril, dan orang yang aku lihat paling mirip dengannya adalah Dihyah.”


Malaikat Memiliki Sayap


Malaikat memliiki sayap-sayap, sebagaimana yang telah tertuang di dalam firman Allah SWT, berikut :

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Faathir : 1).



Maksud dari firman tersebut, adalah bahwa Allah menjadikan mereka memiliki sayap, ada yang bersayap dua, tiga, empat, bahkan ada yang lebih banyak lagi, seperti hadits Rasullah SAW, Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan dari Abdullah bin Mas`ud r.a, bahwa ia berkata:


“Rasullah SAW pernah melihat Jibril dalam bentuknya (yang sesungguhnya). Ia mempunyai 600 sayap, masing-masing sayap menutup cakrawala. Dari setiap sayapnya keluar berwarna-warni mutiara dan yaqut (batu mulia).”

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan, bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril, dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.



Ketampanan Malaikat


Allah SWT menciptakan mereka dalam paras yang tampan lagi mulia. Allah SWT berfirman mengenai Jibril :


“...yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai mirah,lalu dia menjelma dengan sempurna.”
(QS. An-Najm : 5-6)



Ibnu Abbas mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan dzu mirah (mempunyai mirah) adalah mempunyai wajah yang tampan. Sedangkan Qatadah mengatakan,“Berperawakan tinggi dan tampan.” Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa dzu mirah adalah mempunyai kekuatan (hebat). Kedua pendapat tersebut tidak penting, karena Jibril disamping kuat, dia juga tampan.

“...Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.”
(QS. Maryam : 16-17)


Penciptaan dan Kedudukan Malaikat


Para malaikat tidaklah sama, baik itu penciptaannya maupun kedudukannya. Ada yang bersayap dua, tiga, empat, dan Jibril sendiri memiliki 600 sayap. Di hadapan Allah, mereka pun memiliki kedudukan yang berbeda-beda.

“Tidak seorang pun diantara kami (malaikat), melainkan baginya kedudukan yang tertentu.”
(QS. Ash-Shaaffat : 164)



Berkenaan dengan Jibril, Allah berfirman :

“Sesungguhnya (Al Qur'an) itu adalah firman Allah (yang dibawa) utusan yang mulia, yang mempunyai kekuatan di sisi yang mempunyai 'Arasy yang tinggi derajat.”
(QS. At-Takwiir : 19-20)



Maksudnya, bahwa Jibril dalam hal ini memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Allah SWT.

Para malaikat yang paling utama adalah yang hadir dalam perang Badar. Dalam Sahih Bukhari disebutkan riwayat dari Rafa'ah bin Rafi', bahwa Jibril datang menemui Rasullah SAW, dan bertanya :


“Apa pandanganmu terhadap orang-orang yang turut serta dalam perang Badar?" Beliau menjawab,'Orang-orang terbaik dari kami'. Jibril kemudian berkata :'Demikian pula menurutku, para malaikat yang ikut hadir dalam perang Badar adalah para malaikat pilihan.'”



Malaikat Bukan Laki-Laki Bukan Pula Perempuan

Diantara kesesatan manusia adalah menimbang hal yang gaib dengan pertimbangan keduniaan mereka. Kaum musyrikin Arab beranggapan bahwa malaikat adalah wanita. Kemudian dicampur dengan khufarat yang lebih besar lagi, bahwa mereka menganggap malaikat ialah anak-anak perempuan Allah.


Yang lebih hebatnya lagi, mereka menisbatkan anak-anak perempuan kepada Allah, sementara mereka sendiri tidak suka kepada anak-anak perempuan.

“Maka tanyakanlah (hai Muhammad) kepada mereka,'Apakah (patut) bagi Tuhan engkau anak-anak perempuan sedang untuk mereka anak laki-laki. Atau apakah Kami menciptakan malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan?' Ketahuilah sesungguhnya mereka dari kedustaannya mengatakan,'Allah mempunyai anak.' Dan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdusta. Apakah dia memilih anak-anak peempuan daripada anak laki-laki? Mengapa kamu? Bagaimana kamu memutuskan itu? Tidakkah kamu mendapatkan peringatan? Atau adakah bagimu bukti yang nyata?'”
(QS. Ash-Shaaffat : 149-156)


Allah SWT, menjadikan perkataan mereka ini sebagai saksi, dimana Allah akan memintai pertanggungjawaban mereka. Di antara dosa besar adalah mengatakan Allah tanpa dasar pengetahuan.

“Dan mereka menjadikan mereka (menganggap) malaikat-malaikat itu perempuan, yang mereka (malaikat) adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu?Kesaksian mereka akan ditulis dan mereka akan ditanya.”
(QS. Az Zukhruf : 19)



Malaikat Tidak Makan Dan Tidak Pula Minum

Malaikat tidak makan dan minum seperti manusia. Hal ini tertuang di dalam firman Allah yang menceritakan kedatangan malaikat dalam bentuk wujud manusia sebagai tamu Nabi Ibrahim As :

“Sudahkah datang kepadamu berita tamu Ibrahim yang dimuliakan? Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka berkata,'Salam'. Ibrahim berkata,'Salam'. Mereka kaum yang belum dikenal. Ibrahim pergi kepada keluarganya, kemudian dia datang (dengan hidangan) anak sapi gemuk, lalu dihidangkan kepada mereka (sambil) berkata,'Kenapa tidak kamu makan?' Maka Ibrahim merasa ketakutan dari mereka (karena tidak mau makan). Mereka berkata,'Janganlah takut'. Dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (akan lahirnya) seorang anak laki-laki berilmu (Ishaq).”
(QS. Adz-Dzaariyaat : 24-28)



“Maka tatkala Ibrahim melihat tangan mereka tidak menjamahnya, dia memandang aneh mereka dan merasa takut kepada mereka. Utusan itu berkata,'Jangan engkau takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.'”
(QS. Huud : 70)



Malaikat Tidak Jenuh Dan Tidak Pula Letih

Para malaikat selalu beribadah kepada Allah, melakukan ketaatan kepadaNya, serta melaksanakan perintah-perintahNya tanpa lelah dan merasa bosan, tidak seperti manusia.

“Mereka bertasbih siang dan malam tanpa henti.”
(QS. Al Anbiyaa' : 20)



“Maka mereka (malaikat) di sisi Tuhanmu bertasbih kepadaNya di waktu malam dan siang dan mereka tidaklah merasa jemu.”
(QS. Fush shilat : 38)



Tempat Tinggal Malaikat

Tempat tinggal malaikat di langit. Mereka turun ke bumi atas perintah Allah untuk melaksanakan tugas yang diembankan kepada mereka.

“Semua langit hampir pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah), dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya.”
(QS. Asy Syu'araa' : 5)


“Maka mereka (malaikat) di sisi Tuhanmu bertasbih kepadaNya di waktu malam dan siang dan mereka tidaklah merasa jemu.”
(QS. Fush shilat : 38)


“Dan tiadalah dia (Jibril) turun, melainkan dengan perintah Tuhanmu.”
(QS. Maryam : 64)



Mereka lebih banyak turun dalam kesempatan-kesempatan khusus, seperti Laitulqadar.

“Laitulqadar itu lebih baik dari seribu bulan. Malaikat dan Ruh (Jibril) turun padanya dengan izin Tuhannya membawa segala perintah.”
(QS. Al Qadr : 3-4)



Jumlah Malaikat

Jumlah malaikat sangat banyak, dan tidak ada yang mengetahui secara pasti kecuali Dzat yang telah menciptakan mereka.

“Dan tiada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia.”
(QS. Al Muddatstsir : 31)



Dari hadits Rasullah, ada gambaran tentang jumlah malaikat, namun itu pun tidak jumlah seluruh malaikat yang ada.

“Setiap harinya dimasuki oleh 700.000 malaikat. Ketika sudah keluar, mereka tidak akan kembali lagi kesana. Itulah terakhir kali mereka masuk.” (HR. Bukhari Muslim)

Di dalam Sahih Muslim disebutkan ada sebuah hadits riwayat dari Abdullah, Rasullah bersabda :

“Di neraka Jahanam nanti, akan didatangkan 70.000 tali kekang, dan setiap satu tali kekang dibawa oleh 70.000 malaikat.”

Dengan demikian, jumlah malaikat yang akan mengurusi neraka Jahanam pada hari kiamat nanti adalah 4,9 milyar malaikat. Jika kamu ingin merenungkan jumlah malaikat yang begitu banyaknya, terdapat pada nash-nash yang menjelaskan malaikat-malakat yang mengawasi manusia.

Ada yang bertugas mengurus nuthfah (sperma), ada dua malaikat yang bertugas mencatat amal setiap manusia, ada malaikat yang menjaga manusia, dan ada pula malaikat yang memberi petunjuk dan bimbingan kepada manusia.


Sifat-Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam, adalah sebagai berikut:

1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.

2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.

3. Selalu takut dan taat kepada Allah.

4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.

5. Mempunyai sifat malu.

6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.

7. Tidak makan dan minum.

8. Mampu merubah wujudnya.

9. Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.


Demikian ulasan tentang para tentara Allah SWT ini, yaitu malaikat-malaikat yang memiliki tugas-tugas yang harus mereka emban pada semesta alam ini atas perintah Sang Maha Kuasa, Allah Adza Wajaala. Di lain kesempatan akan kita bahas ulasan ini kembali, dengan judul : "Malaikat" Para Tentara Allah SWT (Bagian I & Bagian II), karena masih banyak yang dapat kita pelajari dari makhluk ciptaan ini.

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment